El Paso, Texas, pada sekitar tahun 1966. Waktu itu, seorang pelatihbasket bernama Don Haskins baru saja diminta untuk melatih tim basketTexas Western Miners. Dalam melatih dan menyusun para pemain dalamtim basket kampus ini, Haskins melakukan strategi yang saat itu sangatberani, yaitu menggabungkan para pemain kulit hitam dengan kulitputih. Tercatat 7 orang pemain kulit hitam dan 5 orang kulit putihyang terpilih menjadi pemain inti tim tersebut. Dalam melatih,Haskins selalu menerapkan disiplin tinggi tanpa memandang warna kulit.Toh, situasi saat itu dimana rasialisme masih begitu kental diwilayah selatan Amerika, membuat tampilnya para pemain basket berkulithitam menjadikan cemoohan bagi sebagian besar penduduk Texas yangberkulit putih. Namun, Haskins pantang menyerah. Akhirnya kompetisiNCAA pun digelar. Lawan demi lawan pun berhasil dikalahkan olehMiners, namun hal ini membuat iri klub basket lain yang beranggotakankulit putih, teror pun didapat oleh para pemain Miners, begitu jugahalnya pada Haskins dan keluarganya. Sempat semangat para pemainMiners pupus tatkala semakin banyak rintangan yang mereka hadapi,namun Haskins selalu memberi semangat pada anak didiknya untuk pantangmenyerah. Puncaknya ketika tim mereka harus berhadapan dengan timdari Universitas Kentucky yang dilatih oleh seorang pelatihprofesional, Adolph Rupp. Inilah saatnya bagi tim Miners membuktikansiapa sebenarnya juara sejati, lalu dapatkah Haskins bersama timnyamerebut juara nasional bola basket Amerika...
Diambil dari www.gsn-soeki.com/wouw
Jumat, 19 Oktober 2007
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar